Rabu, 25 Mei 2016

Pelupa

Ketika kita bisa menciptakan surga kita sendiri,
Kenapa kita harus tersiksa di neraka?
Ah, manusia
Selalu begitu

#Allah tidak pernah membebani suatu kaum di luar kemampuannya

Saat kita bisa bahagia dengan bersyukur
Kenapa kita menambah dosa dengan lupa bersyukur

Lupa
Ah, manusia pelupa...
Maka nikmat-Ku manalagikah yang kau dustakan?

Zero

You should come in the right time
Or else will come

The weather here is so bright
How's there?

And the music on. Saying,
"I'm only one call away
I'll be there to save the day
Superman was nothing on me
I'm only one call away"

Selasa, 17 Mei 2016

Hujan dan Payung

Sore ini aku benar-benar terlambat sampai rumah. Apalagi hari ini tidak membawa motor ke kantor karena harus pakai kebaya. Make up yang sudah seharian ini gak karuan bentuknya. Kerudung juga udah mencong sana-sini. Berakhirlah aku di halte Siliwangi ini. Dan.. Hujan turun. Dengan dramatisnya!
Sempurna sudah hari ini.
Ada satu tempat duduk kosong di sebelah seseorang laki-laki yang sedang serius membaca. Aku menuju nya untuk duduk di sampingnya, sembari menunggu bus BRT datang (bus trans semarang).
Sampai akhirnya bus tiba, penumpang benar-benar membludak di dalam bus. Maklum, jam pulang kerja. Aku memutuskan berdiri di dekat jendela. Spot favoritku. Orang itu, laki-laki yang duduk di sebelahku di halte tadi, juga tidak kebagian jatah tempat duduk. Dia berdiri tepat di seberang pandanganku, di dekat pintu otomatis. Masih serius membaca bukunya. Kali ini dengan jelas aku bisa tahu judul buku yang dibacanya. Novel yang beberapa bulan yang lalu sudah kubaca. Wah, rupanya mas-mas bisa hobi baca novel itu juga ya...
Tak terasa sebentar lagi sudah sampai shelter Terminal Mangkang, perbatasan antara Semarang dan Kendal. Saatnya aku dan banyak penumpang terakhir lainnya turun. Termasuk laki-laki itu. Astaga.. Hujan semakin deras saja. Padahal aku masih harus naik satu angkot lagi untuk sampai ke rumah nenek.
"Mbak, mari!" ujar seseorang membuyarkan pikiranku tentang hujan.
Laki-laki pembaca novel itu.
"Iya, mas. Kenapa?"
"Payungku lebih dari cukup untuk berdua. Biar gak kehujanan sampe angkot," tawarnya.
Meski agak ragu-ragu, aku melangkah juga ke arah payung itu..
"Terima kasih payungnya,"
"Enggak apa-apa, daripada make up mbak luntur, kan. Hehehe," candanya.

Aku tersipu. Mungkin hanya aku di dalam bus yang berkebaya dan berdandan seperti itu. Ejekan yang pas mengena. Hahaha.
"Orang Kendal juga?" tanyanya.
"Ya. Masnya juga?"
"Aku sebenarnya juga orang Kendal, tapi baru saja merantau lagi ke Kendal. Pulang kampung."
Payung menemukan hujan... Ataukah hujan yang menyentuh payung?
Entahlah
Hujan turun semakin deras. Dan dalam persimpangan, dua manusia bertemu.
Part 1. Bersambung 😊

Rabu, 11 Mei 2016

Sebenarnya, Apa Yang Kau Cari?

Dulu sekali. Saat menjejakkan kakiku untuk pertama kalinya di Kota Reog Ponorogo, aku mendapati pertanyaan serupa. Disini, apa yang kau cari?

Aku dahulu akan menjawabnya begini, "Aku akan mencari teman sebanyak banyak nya. Aku akan memiliki teman dari seluruh penjuru Indonesia. Aku akan pastikan menjadi juru bicara bahasa Inggris dan Bahasa Arab handal di tahun pertamaku, aku akan belajar dengan sangat giat. Aku pastikan akan masuk Koordinator Gerakan Pramuka!"

Dulu, aku dengan sangat gamblang akan menjawabnya panjang lebar. Dulu.

Lalu sekarang, apa yang sebenarnya kau cari?

Pertanyaan masa kanak-kanak yang simple, akan terasa berat menjawabnya ketika beranjak dewasa seperti saat ini.

Ca, sebenarnya apa yang kau cari?

Ah, entahlah. Aku sedang mencari entah apa yang kupahami sendiri. Aku hanya akan mencari dalam diam.

Senin, 09 Mei 2016

Bahkan saat aku tahu, aku pura-pura tak tahu...

"Apa kabar?"
Sejam, dua jam, hingga 5 jam... Aku masih tak mengusiknya. membiarkan pesan itu tak terbalas.

Please, woles! Santai saja!

Tapi dalam hati, aku sedang berperang. Aku harus membalasnya? atau sekedar menjawab dengan santai?

"Baik. Pakabar juga?"

Kau tahu, aneh sekali memulai percakapan yang telah terputus lama sekali. Seperti menyambung paksa tali yang telah putus, yah, begitulah.

Aku tahu, bahkan sejak dulu sekali, bahwa dia bukan orang yang kucari. Bahkan saat aku tahu, aku tetap pura-pura tak tahu...

Sabtu, 30 April 2016

Spring's Aura

 Wah udah musim semi... Pasti yang punya pohon sakura lagi seneng-senengnya piknik di bawah pohonnya: gelar tiker, sambil tiduran lihat ke awan yang biru. Tak lupa siapin mp3 musik favorit dan beberapa buku bacaan, Beberapa camilan, air putih, dan seorang teman yang asyik diajak ngelantur ngobrol apapun. Zzzz. Maaf, yang nulis lagi nge-zonk.

Selama 2016 ini, baru aja kelar nonton satu drama: Descendants of the Sun a.k.a DoTS yang ngetrend ituh (Yang udah ditunggu dari setahun yang lalu! Dramanya udah jadi bahan obrolan sana-sini bahkan setahun sebelum dirilis, hmm marketingnya hebat ya). 

Dilemma kisah cinta Tentara & Dokter-Descendants of the Sun 2016

Sebenernya udah rada males nonton judul drama yang lain dulu, secara, belum ada sinopsis bagus yang menarik hati. Tapi salah satu rekan, mbak Orin, rekomendasiin drama barunya SBS; judulnya Entertainer. Saking sibuknya, 2 minggu udah ngopi episod 2, masih nganggur belum ditonton. Sampai...
“Eh, @mr_kanggun oppa yang main? Yoon Chan Young oppa-ku di the Heirs?” Siyappp tancap gas! Entar malem aku kupas! Kalo bener ada satuuu aja yang nyantol, pasti deh ketemu. Jodoh mah gak kemana, oppa.. Eh ngelantur!
Dan malam ini, di latar belakang drama itu Aku lihat sakura berguguran, menyatu dengan angin. Ah musim semi yang lain. Enak nih kalo bisa jalan-jalan di kebun sakura itu (Sekarang bisa nabung, jadi udah gak mimpi aja *sambil nyengir2 gak jelas*).

Variasi
Sebenernya apa sih yang kamu suka dari drama-drama korea? Bukan cuma karena tampang artis-artisnya yang bening aja, tapi Script writer-nim nya super kreatif. Mereka tahu aja bikin ide baru, terus dikembangin jadi plot yang gak biasa. Gak Cuma antara cintaku padamu aja, tapi lain daripada yang lain; Cinta seorang kakak untuk adiknya, cinta antara gadis yang dulunya cantik tapi sekarang berubah drastis jadi jelek dengan teman semasa kecilnya yang berubah jadi ganteng. 

Kisah cinta antara si Ganteng yang dulunya jelek dan si Jelek yang dulunya cantik-
She Was Pretty 2015

atau tentang kisah cinta sorang perwira dengan dokter relawan di negara konflik (perhatikan gambar no,2 dari atas), atau dunia reporter dan sindrom pinocchio (sindrom gak bisa bohong),

Reporter Choi In Ha-Pinocchio 2014 yang punya sindrom pinocchio

The Producer yang ceritain dunia kerja produser acara Televisi dan Variety Show atau kalau mau tahu variasi yang lain, yang pernah happening banget di Indonesia jaman bahoela, Endless Love dengan seember air mata (Hello, siapa sih yang gak tahu? *Nb. Kecuali adek-adek yang lahir belakangan, setelah tahun 2001, atau, you live under a rock heheheh)
Bagi orang yang gampang bosenan sepertiku, variasi seperti itu surga. Karena bisa melihat informasi dunia lain yang sedang terjadi atau dialami orang di belahan bumi lain, dengan cara yang menghibur.

Ah musim semi, musim cinta ya? 
Anyway, Welcome to KDrama land and Enjoy

Senin, 04 April 2016

A Guest House


“This human being is a guest house.
Every morning a new arrival.
A joy, a depression, a meanness,
some momentory awareness comes as unexpected visitor.

Welcome and entertain them all
Even if they’re a crowd of sorrows,
who violently sweep your house empty of its furniture,

Still, treat each guest honorably.
He may be clearing you out for some new delight. (!)

The dark thought, the shame, the mal-ice,
Meet them at the door laughing and invite them in.”


Sebuah penggalan puisi Rumi di depan pintu rumah seorang perempuan di Ghent, Belgia. A spiritualist.