Sabtu, 30 Juli 2016

Hidup adalah hadiah

Life is a gift. Kita belajar tentang siapa kita, dan belajar bagaimana menciptakan kehidupan yang dinikmati seseorang.
Pintu-pintu pengungkapan diri tidak ada batasnya dan tidak selalu jelas, namun tidak berakhir begitu saja setelah pertengahan usia 20-an. Dengan berjalannya waktu, kita belajar tentang kebiasaan-kebiasaan kita, kecenderungan kita, apa yang bisa dan tidak bisa, apa yang kita inginkan lebih banyak lagi atau yang lebih sedikit. Pengetahuan tentang diri sendiri sungguh tidak ternilai dan menjadi blok-blok bangunan untuk hidup yang dijalani dengan baik.
Siap menghadapi juga sebuah pelajaran, guys..
Kita tahu bagaimana caranya mengatasi berbagai hal—karena kita pernah melakukannya.
Kita mengetahui bagaimana menyintas kematian seseorang yang dicintai karena sebelumnya beberapa kali kita telah mengajari diri sendiri tentang cara berduka dan terus maju. Kita tahu caranya melewati masa sulit keuangan atau putus hubungan yang menyakitkan, karena kita pernah melakukannya. Tantangan-tantangan di masa lalu memberikan kita perlengkapan untuk menghadapi hal-hal di masa kini.
Artikel yang bahasannya banyak orang memang mengalaminya
Credit: liputan6.com

Journey

Kemanapun tujuannya, esensi dari sebuah perjalanan adalah... Perjalanan itu sendiri.
Maka, nikmatilah perjalananmu. Ambil inspirasi sebanyak-banyaknya lalu berjalan kembali.
Tujuan mu masih panjang. Dan,
Menyerah bukanlah pilihan.

Jumat, 29 Juli 2016

T untuk Teman

Awalnya aku ingin mengerjaimu. Menelponmu dengan nomor tak dikenal. Tapi gagal.
Bahkan setelah sekian lama kamu masih hafal betul suaraku. (Ah suaraku memang merdu gimana gitu ya, wkwk skip it 😆)

Jarak dan waktu tak bisa mengurangi keakraban, yang ada hanyalah mengecilkan ego untuk menyapa. Untuk seluruh waktu yang hilang dalam jarak. Untuk semua bahan diskusi yang belum dibahas, untuk segala kangen yang tertunda.
Terima kasih telah menjadi teman. Terutama, teman yang tak hanya menyenangkan 😄

Terima kasih untuk sapaan yang hangat, masih sama seperti dulu.

Jumat, 01 Juli 2016

Orang Baik


"Kamu tahu bahwa kamu adalah anak baik, kan?" berkali-kali beliau mengingatkan dengan kalimat yang sama. Berulang-ulang.
Ketika dunia carut marut di zaman ini, rupanya masih banyak orang baik dimana-mana, di sekitar kita.
Walaupun kamu dalam keadaan yang sulit, ingatlah untuk selalu berbuat baik. Siapa tahu kelak, ketika kamu kesulitan, ada yang mengulurkan tangan untuk mengurangi kesulitanmu.
#masih berusaha menjadi baik

Rabu, 29 Juni 2016

Rabu, 22 Juni 2016

Hati-hati

"Hati, kali ini mau kemana kau?"
"Aku mau jalan-jalan. Lagi penat."
"Ingat terakhir kali jalan-jalan? Kau malah penat jadinya. Mana sembab pula muka kau."
"Ah itu. Aku tahu kemana harus pergi sekarang. Tenang saja."
"Kali ini mau kemana?"
"Aku akan pulang ke Sang pemilik segalanya. Pasti Dia juga yang punya hatiku, kan."
"Sekarang kamu mengerti?"
"Aku sedikit mengerti."
"Syukurlah. Hati-hati ya. Semoga perjalananmu menyenangkan! Sampai bertemu dengan cintamu, hati."

Kamis, 16 Juni 2016

Review; The Rossetti Letter

"Aku tidak mengerti kenapa."
"Kenapa apa?"
"Kenapa para laki-laki menyukaimu."
"Apa maksudmu?"
"Para laki-laki menyukaimu. Mereka memandangmu, mereka tersenyum padamu, mereka menggodamu."
Kecuali Giancarlo, Claire tidak melihat ada yang menggodanya, dan memang begitu.
Gwen menghitung dengan jarinya. "Laki-laki di perahu, di hotel, dan yang ini, John apa. Aku tidak mengerti. Kau bukan tipe penggoda yang nakal atau semacamnya."
"Terima kasih banyak."
"Aku bukan bermaksud itu dalam arti jelek."
"Apakah ada arti bagus?"
"Maksudku, kau cantik, tetapi bukan cantik yang mencolok."
"Mungkin laki-laki memang suka yang tidak mencolok. Pendekatan yang halus bisa efektif juga."
"Masalahnya kau tidak pakai make up, dan kelihatannya semua yang kau pakai berasal dari LL. Bean. Membosankan."
Claire menahan diri untuk memberitahu Gwen bahwa hampir semua pakaian yang dimilikinya berasal dari katalog L.L. Bean. Katalog obral.
"Jadi, apa semua laki-laki menyukaimu?" tanya Gwen.
Claire teringat Michael. "Tidak."

Awalnya kukira novel tentang sejarah akan sangat membosankan. Tapi di tangan yang handal, sejarah bisa jadi plot yang menyenangkan. Apalagi diselipi kejadian masa kini; Jadi di dalam novel ini akan menceritakan kehidupan Alessandra Rossetti di tahun 1618 awal dan masa kini yaitu penelitian Claire Donovan tentang Konspirasi Spanyol 1618-Surat Alessandra Rosseti. Judul disertasinya akan dibahas oleh Andrea Kent, Seorang profesor Cambridge tersohor di Konferensi Sejarawan universitas Venesia. Jika Claire tidak pergi ke Venesia, maka tamat sudah disertasi yang telah dikerjakannya selama bertahun-tahun.

Kutipan percakapan antara Claire (Kandidat phd Columbia University, 32) dan Gwen (Siswa Forsythe high school, 14 tahun) dari Novel the Rossetti letter halaman 147. Dua perempuan ini awalnya melakukan perjalanan ke Venesia dengan saling terpaksa; Claire membutuhkan suntikan dana dari Ayah Gwen untuk mengikuti konferensi Sejarawan di Venesia untuk menyelamatkan disertasinya. Sedangkan Gwen butuh pendamping selama 2 minggu di Venesia. Namun setibanya di Venesia, ke kebetulan-kebetulan yang mengejutkan menyambut mereka.

Buku : Novel
Judul : The Rossetti Letter
Penulis: Christi Phillips
Jumlah halaman : 523 halaman
Genre : Sejarah, Traveling, Romansa

Wait my another review next chapter :)