Tak apa, asal hatimu selalu sejuk.
I will always remember this whole week
Awalnya aku ingin mengerjaimu. Menelponmu dengan nomor tak dikenal. Tapi gagal.
Bahkan setelah sekian lama kamu masih hafal betul suaraku. (Ah suaraku memang merdu gimana gitu ya, wkwk skip it 😆)
Jarak dan waktu tak bisa mengurangi keakraban, yang ada hanyalah mengecilkan ego untuk menyapa. Untuk seluruh waktu yang hilang dalam jarak. Untuk semua bahan diskusi yang belum dibahas, untuk segala kangen yang tertunda.
Terima kasih telah menjadi teman. Terutama, teman yang tak hanya menyenangkan 😄
Terima kasih untuk sapaan yang hangat, masih sama seperti dulu.
"Hati, kali ini mau kemana kau?"
"Aku mau jalan-jalan. Lagi penat."
"Ingat terakhir kali jalan-jalan? Kau malah penat jadinya. Mana sembab pula muka kau."
"Ah itu. Aku tahu kemana harus pergi sekarang. Tenang saja."
"Kali ini mau kemana?"
"Aku akan pulang ke Sang pemilik segalanya. Pasti Dia juga yang punya hatiku, kan."
"Sekarang kamu mengerti?"
"Aku sedikit mengerti."
"Syukurlah. Hati-hati ya. Semoga perjalananmu menyenangkan! Sampai bertemu dengan cintamu, hati."

Aku ingat dengan sangat jelas momen malam pertamaku dengan suami. Aku bertanya padanya, "Apakah kamu siap jadi ayah?" 1. Keingin...